sebuah nasehat asalnya dari manapun...bukan untuk mengadili....
Sebuah Nasehat bukan untuk... menyudutkan.....
Sebuah nasehat bukan untuk menjatuhkan.....
sebuah nasehat bukan untuk mengucilkan...............
Sebuah nasehat bukan sebuah kata lain... untuk menyatakan dirimu bersalah...
Darimanapun asalnya.... kebohongan adalah menyakitkan
Kebohongan adalah Dusta yang sangat menyakiti...
Kebohongan adalah Fitnah.....
Lalu..... untuk apa itu di lakukan......
Fitnah dan kebohongan untuk bagian dari tubuhmu sendiri....
Bahagiakah engkau melihat airmata yang menetes...
Bahagiakan melihat.. tangan ini menahan sakit di dada... karena kedustaan...
Bahagiakah bila... bagian tubuhmu dikucilkan...dimusuhi...
akan tertawakah... terbahak bahak kah.... terpingkal pingkalkah....
Adililah sepuasmu...... bila itu membuatmu bahagia...
Fitnahlah.... sebarkanlah kedustaan... bila itu membuatmu hidup di surga....
Biarlah.. kehinaan ini aku terima.....
Biar... dusta ini aku telan.....
Biarlah... aku rasakan....
ALLAH mengetahui segalanya......
Buah... tidak akan takut di benci Pohonnya....
Buah... tidak akan takut di kucilkan oleh rantingnya....
Buah.... tidak akan takut di caci... oleh Daun....
Buah... tidak takut jauhkan dari akarnya....
tetapi Buah akan takut bila di benci ALLAH....
biarlah ALLAH akan menjadi penuntun....
Biarlah ALLAH yang akan menjadi penghibur.....
Biarlah ALLAH yang akan menjadi pengiring.......
Biarlah ALLAH akan menjadi penolong...........
Translate
Rabu, 30 Juli 2014
Rabu, 23 Juli 2014
Aku mencintai Karena ALLAH
"Barang siapa menggembirakan istri, maka seakan-akan menangis takut
karena Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah
mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami-istri
saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan
penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri, maka
berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya." HR
Maisarah dari Abu Sa’id Al Khudzri


Caraku Mencintaimu…
Aku mencintaimu….
Sungguh! Aku mencintaimu bukan karena keindahan tampilan fisikmu. Aku mencintaimu bukan karena keluasan wawasanmu. Aku mencintaimu bukan karena harta milikmu. Aku mencintaimu karena dirimu, hanya dirimu. Inilah caraku mencintaimu…

Caraku Mencintaimu…
Aku mencintaimu….
Sungguh! Aku mencintaimu bukan karena keindahan tampilan fisikmu. Aku mencintaimu bukan karena keluasan wawasanmu. Aku mencintaimu bukan karena harta milikmu. Aku mencintaimu karena dirimu, hanya dirimu. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Aku tidak ingin merubahmu. Aku tidak ingin membatasi ruang gerakmu. Aku tidak ingin menyuruhmu ini dan itu. Karena aku tahu kau tak kan suka. Aku hanya ingin kau dapat menjadi dirimu. Inilah caraku mencintaimu…
Sungguh! Aku tidak ingin merubahmu. Aku tidak ingin membatasi ruang gerakmu. Aku tidak ingin menyuruhmu ini dan itu. Karena aku tahu kau tak kan suka. Aku hanya ingin kau dapat menjadi dirimu. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu….
Sungguh! Aku tak ingin jadi pelita yang menerangi gulita kalbumu, tapi membuatmu tak berarah kala aku redup. Aku tak ingin menjadi anak tangga yang menyanggamu saat kau ingin berdiri yang lebih tinggi, tapi mematahkan mimpimu kala aku rapuh. Aku tak ingin menjadi semilir angin yang mengantar bidukmu arungi samudra, tapi menghempasmu kala karang menerjang. Aku cuma ingin menjelma jadi setitik pemicu dalam aliran darahmu, bersemayam di relung alam bawah yang menopang untuk maju merengkuh saujana. Terus… meski Aku tiada… Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu….
Sungguh! Namun, Aku tak bisa menjamin, tidak ada perdebatan dan pertengkaran antara kita. Aku tidak bisa menjamin, kau akan bahagia bersamaku.. Aku tak bisa menjamin, perasaanku padamu tak akan berubah. Aku hanya bisa berjanji, aku untuk tumbuh bersamamu. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Namun jangan pernah memintaku untuk membelah dadaku untuk menujukkan betapa aku mencintaimu. Jangan pernah memintaku untuk mengatakannya. Jangan pernah memintaku untuk bersumpah. Karena aku tidak pandai berkata. Bagiku, kata-kata tak kan mampu mengungkap sejuta makna hatiku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Aku tidak berharap kau membalas cintaku. Aku tidak berharap kau mengerti perasaanku. Aku bahkan tidak berharap kau memahamiku. Karena cinta itu perkara memberi, dan aku memang hanya memberi. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Jangan pernah jadikan cintaku menjadi bebanmu. Jangan pernah berusaha untuk membalasnya jika kau tidak bisa. Jangan pernah memaksa dirimu untuk mengasihaniku. Karena itu akan menyakitiku. Aku hanya mohon padamu, biarkan aku menyimpan rasaku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Jangan jadikan cintaku alasan untuk melenakan dirimu. Jangan jadikan cintaku alasan untuk melalaikan amanat Tuhanmu. Jangan jadikan cintaku alasan untuk membutakanmu. Jangan… karena Aku tak sanggup membiarkanmu terluka karena cintaku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Izinkan aku mencintaimu dengan sederhana.
Sungguh! Aku tak ingin jadi pelita yang menerangi gulita kalbumu, tapi membuatmu tak berarah kala aku redup. Aku tak ingin menjadi anak tangga yang menyanggamu saat kau ingin berdiri yang lebih tinggi, tapi mematahkan mimpimu kala aku rapuh. Aku tak ingin menjadi semilir angin yang mengantar bidukmu arungi samudra, tapi menghempasmu kala karang menerjang. Aku cuma ingin menjelma jadi setitik pemicu dalam aliran darahmu, bersemayam di relung alam bawah yang menopang untuk maju merengkuh saujana. Terus… meski Aku tiada… Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu….
Sungguh! Namun, Aku tak bisa menjamin, tidak ada perdebatan dan pertengkaran antara kita. Aku tidak bisa menjamin, kau akan bahagia bersamaku.. Aku tak bisa menjamin, perasaanku padamu tak akan berubah. Aku hanya bisa berjanji, aku untuk tumbuh bersamamu. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Namun jangan pernah memintaku untuk membelah dadaku untuk menujukkan betapa aku mencintaimu. Jangan pernah memintaku untuk mengatakannya. Jangan pernah memintaku untuk bersumpah. Karena aku tidak pandai berkata. Bagiku, kata-kata tak kan mampu mengungkap sejuta makna hatiku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Aku tidak berharap kau membalas cintaku. Aku tidak berharap kau mengerti perasaanku. Aku bahkan tidak berharap kau memahamiku. Karena cinta itu perkara memberi, dan aku memang hanya memberi. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Jangan pernah jadikan cintaku menjadi bebanmu. Jangan pernah berusaha untuk membalasnya jika kau tidak bisa. Jangan pernah memaksa dirimu untuk mengasihaniku. Karena itu akan menyakitiku. Aku hanya mohon padamu, biarkan aku menyimpan rasaku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Jangan jadikan cintaku alasan untuk melenakan dirimu. Jangan jadikan cintaku alasan untuk melalaikan amanat Tuhanmu. Jangan jadikan cintaku alasan untuk membutakanmu. Jangan… karena Aku tak sanggup membiarkanmu terluka karena cintaku. Inilah caraku mencintaimu…
Aku mencintaimu…
Sungguh! Izinkan aku mencintaimu dengan sederhana.
Karena… Inilah caraku mencintaimu…
Keikhlasan Seorang Suami
Air mata keikhlasan seorang suami menjadi terasa indah ketika sedang
diuji oleh Allah, Apakah cintanya terhadap pasangan hidupnya dilandasi
karena kecintaannya kepada Allah? Sungguh begitu indahnya air mata kebahagiaan seorang suami yang tulus mencintai istrinya karena Allah.
Itulah yang terjadi pada seorang bapak yang diuji oleh Allah dengan
istrinya sakit. Sampai suatu ketika istrinya mengeluh, dia ada yang
dirasakan sakit untuk buang air karena itulah ia mengajak untuk ke
dokter, begitu diperiksa dokter meminta untuk diopname karena istrisakit
kanker usus. Dan dikatakan oleh dokter, istri tercinta hidupnya tidak
lama lagi, 'astaghfirullah..'dalam hening dirinya berdoa, Ya Allah,
cobaan apa yang Engkau berikan kepada kami?'
Dalam kondisi sakit seperti itu istrinya mengatakan bahwa kebahagiaan itu hadir sebab karena sakit inilah malah membuat kami sekeluarga rajin beribadah dan malah dekat kepada Allah Sampai akhirnya istri yang tercinta menjalani operasi, ia menyaksikan langsung gumpalan darah yang sebesar telur ayam telah dikeluarkan dalam jumlah banyak. Ia berusaha menguatkan hati ketika senyum istri menghiasi wajahnya dan mengatakan, 'ayah sabar ya..semuanya serahkan kepada Allah.'
Padahal hatinya terasa diiris-iris oleh pisau, sakit dan tidak karuan. Dalam kondisi seperti itu istrinya mengatakan ingin menunaikan ibadah umrah bersamanya. Masya Allah...walaupun hati dibuat tegar namun airmatanya tak mampu ditahan, airmata itu mengalir begitu saja dengan derasnya. Setelah operasi dokter hanya mengatakan, hanya Allahlah yang akan memberikan keajaiban. Itulah sebabnya ia dan anak-anak selalu mengajak ke Rumah Amalia, berniat untuk bershodaqoh, memohon kepada Allah untuk kesembuhan istrinya.
Lima bulan setelah operasi, berat tubuhnya menjadi naik. Dokter menyarankan agar istrinya mempertahankan berat tubuhnya. dokter yang menangani istrinya geleng-geleng kepala, dokter itu mengatakan hal ini sungguh keajaiban. Dirinya dan keluargana menangis bahagia karena bersyukur kehadirat Allah. 'Iman saya makin kuat, saya jadi tambah yakin dengan KemahabesaranNya, hanya mengabdi hidup dan mati saya untuk Allah. Bagi saya hanya satu, doa dapat mengubah yang buruk bisa menjadi baik dan yang salah menjadi indah dalam hidup ini.' Begitu tuturnya, tutur seorang suami yang penuh keikhlasan menjaga istrinya diketika sakit. Subhanallah..
-- Barang siapa menggembirakan hati istri, maka seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Alloh memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami & istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Al-Khudzri].
posted by :agussyafii
Copy paste from : http://agussyafii.blogspot.com
AYAH
Anaku Raisya Ayah itu...
- · Selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak dan keluarganya.
- · Selalu bersedia berperan menjadi kuda, monster, bajak laut, nenek sihir, tentara atau bahkan pangeran, bergantung pada peran yang kamu mau.
- · Selalu menginginkan agar anak-anaknya mempunyai kesempatan yang lebih baik dari dirinya, tapi memliki lebih sedikit kesulitan dalam hidup dari dirinya.
- · Rela mengorbankan tubuh, tenaga, dan pikirannya supaya anak-anaknya mendapat kesempatan hidup yang jauh lebih baik dari dirinya.
- · Selalu mengalah ketika kalian bermain bersama dan bersedia mengurangi jam tidurnya untuk membacakan dongeng sebelum kamu tidur.
- · Seorang ayah juga rela menghabiskan waktu untuk membetulkan mainanmu yang rusak.
- · Selalu menepati janjinya, walaupun mungkin ia baru bisa menepati janjinya belasan tahun kemudian.
- · Selalu bersedia membantumu menyelesaikan PR-mu. ( pernah gak qm terbengong-bengong melihat PR qm sudah rapi pada keesokan pagi karna kamu terlalu capek untuk mengerjakannya. Meskipun hal seperti itu sering dianggap tidak mendidik, mana tega ayah kamu membiarkan kamu menderita?)
- · Mungkin ia tidak selalu menjawab pertanyaanmu, namun ia akan membantu kamu untuk mencari jawabannya sampai ketemu.
- · Walaupun terlihat garang dan kasar dimata orang lain, tapi ketika ia sedang bersamamu, gak bakal lah kamu lihat hal itu. Ia tetap akan terlihat lembut dan penuh tawa. Mau tahu kenapa? Karena, ia sangat bahagia bisa bersamamu dan mempunyai anak seperti kamu.
- · Paling tau bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut, dan akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu di bahunya.
- · Ketika kamu sakit, ia akan selalu siap siaga menjagamu sepanjang malam.
- · Akan melupakan keinginannya untuk membeli dasi baru ketika kamu menginginkan baju baru untuk pesta ultahmu. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.
- · Tidak bisa tidur ketika kamu pertama kali menginap untuk acara sekolah. Ia pun pasti akan meminta kabar darimu setiap jamnya untuk memastikan bahwa kamu baik-baik saja.
- · Selalu mendengarkan kamu bicara, walaupun kamu marah dan sebel karna kebiasaan buruknya. Ia tidak akan pernah marah walau kamu bolak-balik mengingatkannya. Bahkan, mungkin beliau sengaja tetap melakukan supaya bisa mendapatkan perhatian dan mendengar omelanmu. He loves you so much, even when you hate him...
- · Selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar SPP-mu, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.
- · Rela menghabiskan kue atau es krim yang kamu tidak bisa habiskan. Bahkan, ia juga rela menghabiskan wortelmu pas kamu lagi makan karna dia gak mau kamu dimarahi ibu.
- · Sangat bertanggung jawab akan disiplin dan pendidikan anak-anaknya. Ia gak mau nantinya kamu mendapat kesulitan gara-gara nilai matematikamu jelek, misalnya. Jadi, ia akan mengajarimu dengan keras dan agak galak . padahal dalam hati kecilnya, ia akan sangat merasa bersalah dan menyesal dengan kegalakannya padamu.
- · Baginya, anak perempuan adalah gadis tercantik dalam hidupnya. Kamu tetap nomor satu.
Senin, 21 Juli 2014
Beban..
Berat...
aku ingin berbagi.......
Setidaknya Ada yang menemani, mensejajarkan langkahku...
Bukan di biarkan sendiri....
Aku rindu ada tangan memebelai kepalaku...
mengelus pundaku seperti saat aku kecil... untuk sekedar menguatkanku...
Aku hanya ingin itu... Apakah itu berlebihan....
Bukan sesuatu yang menghujat ku.....
Seperti seorang yang tengelam,...
Tangan menggapai untuk mencari pegangan...
bukan sepotong kayu yg di dapat...
Tetapi sebuah kaki yang menginjak kepalaku....
Kenapa..??
Aku tidak bercerita tentang keadaan
Karena aku tidak ingin menambah bebanMu...
Dalam benakku...
Bila engkau tidak dapat membuat keduanya bahagia....
Janganlah menambah bebannya.......
sebab itu aku tak bercerita keadaan.....
Salakah aku, jika akhirnya berfikir...
Tak dapat berbuat untuk si Kuat...
Si Lemah lah yg di salahkan.....
Tak dapat menyangkal Si kuat...
Si Lemahlah yg di Hujat...
biarpu si lemah berusaha untuk melayani dengan sempurna
tetap ia akan tercela.... dan di dera...
Menyakitkan.... tetapi biarlah...
Karena adalah sebagian pemilik Hidupku....
Semoga ALLAH tidak menempatkan ku, sebagai kaum pendurhaka....
Pergilah Anaku Ayah Ikhlas
Ramadhan terasa begitu teramat berat...
Saat ayah harus mengambil suatu keputusan teramat berat nak....
tapi itu harus Ayah lakukan nak... untuk dirimu.. untuk Ummi...
air mata & kepasrahan, yg ada dalam diri ini nak....
Terasa berat... tapi ini harus... demi dirimu nak...
Ayah teramat mencintaimu.... Tetapi Pemilikmu Lebih mencintaimu....
Pergilah Nak...
Ayah Ikhlas...
Agar engkau tidak terus tersiksa...
Dan engkau tidak perlu melihat air mata Ayah...
Tidak perlu melihat tangisan Ummi...
Tidak Perlu melihat kesedihan kakak Raisya....
Tak perlu melihat beratnya nafas ayah menahan beban ini nak....
Biarlah Wajahmu hanya terekam dalam ingatan ayah
Biarlah usapan ke kekeningmu akan hanya terekam di ingatan Ayah..
dan biarlah Kenangan meng azan kan mu, tetap ada...
Biarlah itu semua akan menjadi milik Ayah...
Seperti dirimu akan tetap akan ada di hati Ayah...
Pulang lah nak.... ke PemilikMu....
Doa Ayah selalu untukmu...
Tunggulah Ayah....., Ummi....., & kakak Raisya...
Insya Allah Kami semua akan menyusulmu....
Insya Allah kita akan berkumpul bersama sama Rasullulah...di akhir nanti..
Semoga engkau akan Menjadi Syafaat bagi kami kelak...
Pergilah sayang....
Pergilah dengan kesucianMu.....
Pergilah dengan Cinta & keihlasan kami nak...
Engkau begitu sempurna nak ...
Engkau Bidadari surga kami nak.....
Engkau Selalu menjadi Bidadari kecil di hati Ayah nak.....
Selamat Jalan anakku..
Pulang lah nak....
Kami semua ikhlas melepasmu...
(Aulia Ramadhani Rabu, 09 July 2014.)
Saat ayah harus mengambil suatu keputusan teramat berat nak....
tapi itu harus Ayah lakukan nak... untuk dirimu.. untuk Ummi...
air mata & kepasrahan, yg ada dalam diri ini nak....
Terasa berat... tapi ini harus... demi dirimu nak...
Ayah teramat mencintaimu.... Tetapi Pemilikmu Lebih mencintaimu....
Pergilah Nak...
Ayah Ikhlas...
Agar engkau tidak terus tersiksa...
Dan engkau tidak perlu melihat air mata Ayah...
Tidak perlu melihat tangisan Ummi...
Tidak Perlu melihat kesedihan kakak Raisya....
Tak perlu melihat beratnya nafas ayah menahan beban ini nak....
Biarlah Wajahmu hanya terekam dalam ingatan ayah
Biarlah usapan ke kekeningmu akan hanya terekam di ingatan Ayah..
dan biarlah Kenangan meng azan kan mu, tetap ada...
Biarlah itu semua akan menjadi milik Ayah...
Seperti dirimu akan tetap akan ada di hati Ayah...
Pulang lah nak.... ke PemilikMu....
Doa Ayah selalu untukmu...
Tunggulah Ayah....., Ummi....., & kakak Raisya...
Insya Allah Kami semua akan menyusulmu....
Insya Allah kita akan berkumpul bersama sama Rasullulah...di akhir nanti..
Semoga engkau akan Menjadi Syafaat bagi kami kelak...
Pergilah sayang....
Pergilah dengan kesucianMu.....
Pergilah dengan Cinta & keihlasan kami nak...
Engkau begitu sempurna nak ...
Engkau Bidadari surga kami nak.....
Engkau Selalu menjadi Bidadari kecil di hati Ayah nak.....
Selamat Jalan anakku..
Pulang lah nak....
Kami semua ikhlas melepasmu...
(Aulia Ramadhani Rabu, 09 July 2014.)
Langganan:
Komentar (Atom)
